Pages

Minggu, 17 Februari 2013

Kiat Bijak Siswa Menghindari Guru dengan Kepribadian Bermasalah



Hampir setiap hari ,selalu saja ada yang dikomentari  ,saya heran dengan “bu Bawel” itu  apakah tidak capek setiap hari ngomel begitu terus ,siswa sepertinya nggak boleh senang...jangan  jangan memang guru satu itu memang nggak bahagia sehingga tidak suka siswa bahagia...!”




“Saya juga tahu kank ...,kalau siswa harus menghormati guru ,tapi dengan  keadaan seperti ini apa saya bisa menghormatinya. Memang sebagian anak ada yang melawan  lantaran memang dirinya memang nggak bersalah ,walaupun akibatnya sering anak bersangkutan masuk dalam daftar buku inting- inting (ancaman),begitu melakukan kesalahan ,langsung guru BK atau menghadap kepala sekolah . Ngeri sih...!”

“Namun saya  punya strategi  yang mungkin dibilang teman  teman ,kok bisa sih...!”

“Bagi saya menjadi pemberani bukan berarti harus selalu harus menang dalam setiap tekanan walaupun saya  merasa tidak melakukan kesalahan apapun ,saya memilih langkah bijak seandainya  saya  harus melawan guru,saya memilih mengatakan ,maaf bu saya masih ada tugas yang belum saya selesaikan...!”.

“Biasanya guru bersangkutan langsung diam ,dan sepertinya enggan “menghadapi” saya,karena omelan guru yang tidak penting dan bermanfaat buat saya  selalu saya cuekin....!”.

“Meskipun bagi teman teman ,saya dibilang agak aneh,karena semestinya harus melawan tapi biarkan saja ,menghadapi guru yang bermasalah hanya merusak kebahagiaan saya untuk belajar hari itu,saya nggak mau jadi bermaslah karena tertular oleh orang bermasalah,yang jelas saya ke sekolah untuk belajar bukan untuk meladeni guru yang bermasalah dengan kepribadian...!.”

“Bagaimana pendapat a kank....?”

Bagus dik, apapun situasi ,bagaimanapun perilaku gurunya , siswa punya  kebebasan  untuk membuat pilihan  sikap dalam merespon situasi  yang tidak nyaman , seperti yang kamu  lakukan  memilih menghindar daripada meladeni perilaku guru  memiliki kepribadian  bermasalah.... !”

0 komentar:

Posting Komentar