http://padepokanguru.org/"

Photobucket

Rabu, 15 Desember 2010

TIPS: Pendidikan Karakter (2) MGMP: Wadah Pengembangan Diri Guru



TIPS: Pendidikan Karakter (2)

MGMP: Wadah Pengembangan Diri Guru

Setelah saya memberikan “pencerahan “ kepada MGMP Jatim di tahun 2009,salah seorang peserta menanyakan mau dibawa kemana organisasi itu, kepada saya .?Saya menjawab :”Wow bisa sangat luar biasa bukan saja untuk “Agen perubahan “ bagi guru melainkan dapat mencipatakan kualitas out come siswa….?”

“Kok bisa ..?”

“MGMP biasanya merupakan komunitas para guru bidang mata pelajaran.Sedangkan kegiatannya lebih berorientasi pada pertemuan untuk menyamakan visi pengajaran pada distrik dimana guru bertugas.Agar supaya pada wilayah tersebut model pengajaranya memiliki keseragaman.Termasuk seragam pada pembuatan soal soal UTS ataupun UAS….,betul kan pak ?”

“Kurang lebih begitu …! Lantas bagaimana agar MGMP bisa lebih efektif lagi…?”

“Saya pun tersenyum”.

“ Begini pak ,sebenarnya Pendidikan akan sangat efektif jika dapat menjawab kebutuhan lingkungan sekitar,demikian juga tantangan dan peluang di wilayah itu.!”

‘Ok ,termasuk persoalan yang dihadapi guru ,..ya kank”..?

“Yes,tepat sekali ..””Maka kegiatan pertama, MGMP adalah merupakan komunitas guru yang berkaitan dengan Pengelolaan Sumber Daya Manusia.Kegiatan ini adalah wadah para guru untuk mengurangi kecemasan akibat tekanan tugas ,tempat berkonsultasi dan sekaligus meningkatkan kecakapan “social intelligence ”.Dengan demikian para guru dapat saling memotivasi guna mengatasi persoalan dilingkungan wilayah tugas.Senioritas dapat menjadi sosok yang diandalkan dalam memberikan wawasan serta member solusi atas persoalan yang ada. Tentu saja pengurus harus memiliki jaringan yang kuat dengan para pakar dan instansi terkait.”

“Berarti setiap anggota harus dapat menurunkan “ego sektoralnya” ,ya kank…Soalnya selama ini ditemapat kami yang terjadi teman teman di sekolah elit merasa pada kasta yang paling tinggi..!”

“Sekarang kegiatan yang kedua ya pak ..!”

“OK”

“Sebenarnya dalam setiap diri manusia ada kebutuhan untuk” pengakuan diri” demikian juga dalam diri para guru…Nah dengan demikian kegiatan kedua dari MGMP adalah Bank Kreatif/Ide fungsinya;mewadai ide saran kreatif untuk pengembangan siswa,anggota dan organisasi.Ter masuk; brainstorming dan tutor sebaya saat para guru mewakili daerahnya dalam berbagai pelatihan. Sehingga dapat memperkaya pengetahuan tehnis dengan berbagi informasi antar anggota.Istilahnya “Knowledge Management”..

“Ya ,kank dalam pengiriman pelatihan hanya guru tertentu saja yang dikirim …!”

“Ketiga ,ya pak…,Berkaitan dengan Financial Resource….”

“Kali ini ,saya tidak setuju kank,MGMP kan komunitas guru bidang Mata Pelajaran,jadi bagaimana mungkin ngurusi keuangan. ?.”

“Awalnya saya berpikiran sama dengan Bapak,namun jangan lupa dalam penyusunan RAPBS yang menggunakan dana pemerintah dan mungkin sumbangan dari stake holder lainya . Semestinya “masukan” anda guna pengembangan KBM harus nya menjadi pertimbangan Kepala Sekolah dalam peng alokasian dana . Termasuk penggunaan dana untuk pelatihan- pelatihan/seminar guru yang tidak jarang tidak sesuai kebutuhan guru . dan relevansinya dengan peningkatan kualitas pembelajaran ,Agar supaya ada efektifitas beaya.”

“Inilah persoalannya, banyak Kepala Sekolah yang one man show dalam menyusun RAPBS apalagi soal penggunaan dana…”

“Ya betul,justru tantangannya adalah bagaimana MGMP dapat memiliki Bargaining Power terhadap Kepala Sekolah termasuk MKKS…!

“Artinya,Anggota MGMP harus memiliki kecakapan komunikasi…”

“Tepatnya interpersonal skill atau lebih pas kalau saya sebut kegiatan keempat dari MGMP adalah Human Relationship Management. Komunitas guru ini sudah semestinya dapat berhubungan baik dengan siapapun melalui aktivitas yang dapat mendatangkan kemanfaatan bagi sekolah,siswa,pengembangan organisasi dan tentunya dirinya sendiri…!

“Hebat kank ,mulainya dari mana..?”

Mulai dari semangat bapak ..! Jawab saya singkat. Tanpa saya sadari, diskusi saya dengan beliau ternyata dapat menarik beberapa peserta lain untuk mendengarkan. Tanpa saya sadari pula bahwa diskusi tersebut sudah menunjukkan waktu pukul 23.30.untung tidak diusir petugas hotel… !. .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar